Selasa, 29 Maret 2016

TUGAS BAHASA INDONESIA 2

JOVAN REGI
14113696
3KA27



1.       Jelaskan pengertian penalaran, evidensi, proposisi, infrensi dan implikasi?

Ø  Definisi Penalaran
Penalaran adalah sebuah pemikiran untuk dapat menghasilkan suatu kesimpulan. Ketika seseorang sedang melanarkan sesuatu, maka seseorang tersebut akan mendapat sebuah pemikiran dimana pemikiran tersebut adalah suatu kesimpulan masalah yang sedang dihadapi. Contoh saja kalau kita sedang berkendara dan terjebak di derasnya hujan, apakah yang akan kita lakukan?disitulah nalar kita bekerja. mencari sebuah solusi agar kita bisa terhindar dari derasnya hujan dengan cara memikirkan sesuatu yang bisa dipakai untuk berteduh.

Ø  Definisi Proposisi
Proposisi adalah pernyataan tentang hubungan yang terdapat di antara subjek dan predikat. Dengan kata lain, proposisi adalah pernyataan yang lengkap dalam bentuk subjek-predikat atau term-term yang membentuk kalimat. Kaliimat Tanya,kalimat perintah, kalimat harapan,dan kalimat inversi tidak dapa disebut proposisi. Hanya kalimat berita yang netral yang dapat disebut proposisi. Tetapi kalimat-kalimat itu dapat dijadikan proposisi apabila diubah bentuknya menjadi kalimat berita yang netral.

Ø  Definisi Evidensi
        Evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran.
   Dalam argumentasi, seorang penulis boleh mengandalkan argumentasinya pada pernyataan saja, bila ia menganggap pembaca sudah mengetahui fakta-faktanya, serta memahami sepenuhnya kesimpulan-kesimpulan yang diturunkan daripadanya.
      Evidensi itu berbentuk data atau informasi, yaitu bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu, biasanya berupa statistik, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya dimasukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan informasi (bahan keterangan)

Ø  Definisi inferensi
          Inferensi adalah tindakan atau proses yang berasal kesimpulan logis dari premis-premis yang diketahui atau dianggap benar. Kesimpulan yang ditarik juga disebut sebagai idiomatik. Hukum valid inference dipelajari dalam bidang logika.
Inferensi manusia (yaitu bagaimana manusia menarik kesimpulan) secara tradisional dipelajari dalam bidang psikologi kognitif, kecerdasan buatan para peneliti mengembangkan sistem inferensi otomatis untuk meniru inferensi manusia.inferensi statistik memungkinkan untuk kesimpulan dari data kuantitatif.

Ø   Definisi Implikasi
         Implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri. Banyak dari kesimpulan sebagai hasil dari proses berpikir yang logis harus disusun dengan memperhatikan kemungkinan-kemungkinan yang tercakup dalam evidensi (=implikasi), dan kesimpulan yang masuk akal berdasarkan implikasi (=inferensi)
2
.       Bagaimana cara menguji data, fakta dan autoritas?

Ø  Cara menguji Data
Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi.
Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut :
Ø   Observasi
Ø   Kesaksian
Ø   Autoritas

Ø  Cara menguji Fakta
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang diperoleh adalah fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut ada dua tingkat. Yang pertama untuk meyakinkan bahwa semua bahan data tersebut adalah fakta. Yang kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
Cara menguji fakta ada dua yaitu :
Ø  Konsistensi
Ø  Koheresi

Ø  Cara menguji Autoritas
Menghidari semua desas-desus atau kesaksian, baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental. Ada beberapa cara sebagai berikut :
Ø  Tidak mengandung prasangka
pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya.
Ø   Pengalaman dan pendidikan autoritas
Dasar kedua menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang dilakukan, presentasi hasilpenelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya.
Ø   Kemashuran dan prestise
Ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain.
Ø   Koherensi dengan kemajuan
Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu.



3.       Mengapa penalaran menjadi komponen penting dalam menyusun sebuah penelitian jelaskan menurut anda!!!

Menurut saya penalaran sangat penting untuk sebuah penelitian karna penalaran adalah pemikiran untuk mendapat kesimpulan dalam melakukan penelitian. kesimpulan yang di ambil karna penalaran dapat membantu penelitian untuk mengambil langkah selanjutnya atau metode apa yang di gunakan dalam penelitian sehingga penelitian itu bisa berhasil atau berjalan dengan baik

4.       Jelaskan perbedaan berfikir deduktif dan berfikir induktif

Ø Berfikir deduktif:

Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuku kepada hal-hal yang khusus atau hal-hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum menuju kepada hal-hal yang kongkrit.

Contoh :
Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status social.

Ø  Berfikir induktif:

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum. Paragraf Induktis sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis. Pengembangan tersebut yakni paragraf generalisasi, paragraf analogi, paragraf sebab akibat bisa juga akibat sebab.

Contoh paragraf Induktif:
Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya. Begitupula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock, blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan beralih mengikuti tren barat. Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan pelestarian budaya sendiri. Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian dan budaya tradisional.



Sumber:


Minggu, 03 Januari 2016

TUGAS PROPOSAL (BAHASA INDONESIA)

BAHASA INDONESIA  1 (Proposal Penelitian)
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Judul Kreativitas dengan Memanfaatkan Open Source Software sebagai Bisnis dalam Dunia Kerja
A. Latar Belakang
Di Indonesia OSS mulai banyak dilirik tidak hanya oleh kalangan akademisi dan komunitas saja namun juga oleh kalangan bisnis dan pemerintahan. OSS telah banyak membantu edukasi Indonesia melalui berbagai aplikasi seperti ensiklopedia online Wikipedia, distro pendidikan Edubuntu, aplikasi pendukung karya animasi Blender3D dan kamus online bahasa lokal Kardinal. Keterlibatan OSS dalam edukasi telah menumbuhkan minat para pelajar dan mahasiswa untuk berkarya juga. Ini dibuktikan oleh OSS lokal karya anak bangsa seperti Kardinal, analisa statistik Zaitun TS, manajemen hotspot EasyHotspot hingga permainan Nusantara Online (CHIP, 2009). Ini juga menunjukan bahwa masyarakat telah siap berkarya OSS dengan kemampuan yang dimiliki. Dalam dunia bisnis OSS dipandang sebagai solusi penunjang bisnis rendah biaya. Salah satu contoh perusahaan besar di Indonesia yang telah menerapkan OSS adalah PT Telkom Indonesia (Indra Utoyo, 2009). OSS biasanya hanya digunakan untuk menggantikan aplikasi propietary sehingga perusahaan tidak perlu menambah biaya tambahan untuk lisensi aplikasi seperti mengganti Microsoft Office Suite dengan OpenOffice dan Zimbra Desktop.
Pemerintah juga telah ikut berpartisipasi dalam Open Source di Indonesia. Salah satunya adalah gerakan nasional Indonesia, Go Open Source! (IGOS). Gerakan ini dideklarasikan pada tanggal 30 Juni 2004 oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Departemen Komunikasi dan Informatika, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Departemen Pendidikan Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak Open Source di Indonesia (www.wikipedia.org, 2009). Salah satu produknya yang cukup terkenal adalah IGOS Nusantara, sebuah remastered distro linux berbahasa Indonesia.
Seiring dengan perkembangannya, baik jumlah pengguna maupun pengembang Open Source di Indonesia terus bertambah sehingga dibentuklah sebuah wadah yang menyatukan mereka yang disebut Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI). AOSI diresmikan tanggal 30 juni 2008 dengan sejumlah program untuk mendorong pengembangan teknis dan bisnis Open Source Indonesia (www.aosi.or.id, 2010). Salah satu kegiatannya adalah Global Conference on Open Source (GCOS). Menurut Ketua AOSI Betti Alisjahbana, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan kolaborasi internasional antar kalangan pengguna Open Source. Selain itu ada juga komunitas yang terbentuk seperti Komunitas Indonesia Open Source atau KIOS (www.opensource.telkomspeedy.com) dan program global Sun Microsystem.inc (www.sun.com, 2008) untuk mahasiswa di seluruh dunia yang berminat di OSS yaitu Open Source University Meetup (OSUM). Menurut Community Manager of OSUM Indonesia Alex Budiyanto (2009), di Indonesia sudah terdapat ratusan universitas dan politeknik yang tergabung dalam program diskusi online OSUM seperti Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma.
Dari berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan OSS di atas, hampir semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu mensosialisasikan, menjelaskan, membudayakan dan mewadahi OSS di Indonesia agar masayarakat (segala kalangan) dapat menerima OSS dan memanfaatkannya. Memanfaatkan OSS berarti memakai OSS untuk keperluan atau solusi pekerjaan (task) dan memanfaatkan OSS dari segi nilai bisnis. Bisnis OSS bukan tidak mungkin dilakukan dan ini yang akan digagaskan pada tulisan ini.
1.2 Perumusan Masalah
            Pembajakan software yang semakin marak di Indonesia dan munculnya software open source sebagai salah satu solusi alternatif untuk menguranginya merupakan sebuah hal yang menarik untuk diteliti.
Adapun tujuan dan batasan rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain:
a.  Menganalisa persepsi mahasiswa terhadap pembajakan software.
b. Menganalisa pemahaman tentang software open source
c. Menganalisa motivasi dan kendala yang dihadapi dalam menggunakan aplikasi open source.
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan yang dapat diambil dari Penyusunan Proposal ini adalah:
a.       Mengenal software open source
b.      Manfaat aplikasi open source
c.       Pengembangan open source aplikasi mendatang

BAB 2
LANDASAN
A.      Hambatan untuk Open Source
Perjalanan OSS untuk terus menyebar agar dapat diterima dan dimaksimalkan oleh masyarakat tentunya tidak selalu mulus. Menururt SPV of Ingres Engineering Emma McGrattan (2010), terdapat setidaknya enam mitos yang membuat OSS sulit diterima oleh pemakai (user) yaitu OSS Adalah Solusi Kelas Dua, OSS Bukan untuk Aplikasi Kritis, OSS Tidak Memiliki Hak Kekayaan Intelektual, OSS Tidak Menawarkan Dukungan Profesional, OSS Tidak Memiliki Regulasi dan OSS Tidak Aman. Selain itu faktor-faktor teknis juga menyulitkan pemakaian OSS seperti kompatibilitas data aplikasi. Namun hal tersebut sudah mulai berkurang seiring dengan perkembangan teknologi Open Source yang pesat. Kesulitan-kesulitan teknis baik itu pengoperasian atau pemeliharaan yang dulu menjadi masalah kini sedikit demi sedikit teratasi berkat kontribusi komunitas OSS untuk berbagai perbaikan seperti antar muka (interface), kompabilitas, runtime performance dan sebagainya. Sementara menurut Stephen R. Walli (2005), alasan kenapa orang tidak mau memakai OSS adalah
1.            Khawatir akan keadaan dukungan teknis (92%)
2.            Kurangnya pengetahuan akan solusi alternatif OSS (74%)
3.            Kurangnya pengetahuan mengenai nilai bisnis OSS (69%)
4.            Ketidakjelasan mengenai masalah hak cipta intelektual, lisensi dan legalitas OSS (65%)
5.            Kurangnya keahlian bagaimana migrasi dari sistem lama ke OSS (64%)
6.            Kurangnya keahlian untuk menginstal dan optimasi (56%)
7.            Ada mitos bahwa OSS kurang dalam hal fungsi dan fitur (54%)
Namun hambatan-hambatan tersebut tidak selalu hanya memberi efek negatif karena dari merekalah peluang-peluang bisnis tercipta dan siap dimanfaatkan. Pembahasan berikutnya akan membahas model-model bisnis yang berkaitan dengan OSS baik yang telah ada maupun yang akan digagaskan.
B.      MEMANFAATKAN PELUANG KERJA OPEN SOURCE
1.       Model Bisnis yang Telah Diterapkan
Berikut ini adalah beberapa model bisnis yang telah diterapkan dan berkembang dengan memanfaatkan OSS baik sebagai produk penjualan atau pendukung bisnis,
Distributor
Model bisnis ini memanfaatkan kelebihan lisensi OSS yaitu bebas untuk didistribusikan. Selama ini OSS tersebar luas melalui jaringan internet dan siapa pun bisa mengunduhnya. Walaupun di Indonesia perkembangan internet berlangsung pesat dan telah mencapai angka 25 juta pengguna (www.internetworldstats.com, 2009), sebagian peminat OSS masih kesulitan dalam mendapatkan produk yang mereka inginkan. Mengunduh distro linux yang rata-rata berukuran besar (www.distrowatch.com) akan menjadi sangat sulit dan mahal. Akhirnya beberapa komunitas seperti Gudang Linux (www.gudanglinux.com) dan Juragan Kambing (www.juragan.kambing.ui.ac.id) menawarkan distribusi distro-distro Linux dan aplikasi OSS lainnya. Konsumen akan dikenakan biaya pengiriman dan biaya jasa lalu aplikasi yang dipesan akan dikirim melalui jasa pengiriman dalam media keping disk (CD/DVD).
2.       Jasa konsultasi
Salah satu masalah yang dihadapi oleh pengguna OSS di Indonesia saat berkonsultasi dengan perusahaan penyedia adalah kurangnya pemahaman akan bahasa asing. Oleh karena itu lahir model bisnis konsultasi yang diterapkan oleh para konsultan OSS lokal. Peluang menjadi konsultan OSS sangat terbuka. Dengan adanya ketersediaan kode sumber seorang konsultan dapat melakukan analisis secara mendalam sehingga setiap orang dapat menekuninya didukung dengan latar belakang pendidikan. Seorang Konsultan OSS akan diakui bila telah memiliki sertifikasi sesuai dengan bidangnya.
3.       Jasa pelatihan
Pelatihan untuk OSS sangat dibutuhkan. Dalam pelatihan peserta akan dikenalkan kepada OSS yang akan dipelajari dan dijelaskan kelebihan dan kekurangannya beserta solusi jika ada.
4.       Jasa solusi
Model ini merupakan kombinasi dari jasa konsultasi dan pelatihan ditambah jasa pemasangan dan penyediaan barang (aplikasi). Perusahaan yang ingin bermigrasi ke OSS dapat memanfaatkan jasa ini. Seluruh pekerjaan akan dikerjakan penyedia jasa mulai dari menyediakan, memasang, dan memberi pelatihan kepada staff perusahaan tentang OSS yang diterapkan.
5.       OSS sebagai service enabler
OSS dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari perangkat pemasaran. Perusahaan aplikasi proprietary tidak harus selalu meminta biaya lisensi dari konsumennya untuk setiap produk yang mereka rilis. Mereka juga dapat merilis versi Open Source dari aplikasi berbayar mereka dengan fungsi yang diminimalisasi. Pengguna dapat mencoba dan memutuskan apakah ingin membeli versi berbayar. Dengan cara ini perusahaan juga dapat memberi kesan kepada publik bahwa mereka peduli akan dunia OSS sehingga memperlancar promosi produk mereka untuk berikutnya.
6.       Bundler
Model ini dilakukan dengan cara menjual aplikasi OSS disertai dengan perangkat keras. Model ini biasanya diterapkan pada perangkat keras yang memerlukan sistem operasi seperti pemutar multimedia dan komputer lipat (laptop). Produsen perangkat keras akan membayar pengembang OSS untuk mengembangkan OSS yang sesuai dengan perangkat keras mereka. Dengan demikian produsen perangkat keras dapat menurunkan biaya produksi karena pengembangan OSS lebih murah. Pengembang OSS dapat memanfaatkan berbagai modul, kernel dan engine Open Source yang telah tersedia. Bahkan produsen komputer dapat langsung memasukan OSS yang telah tersedia ke dalam produk mereka seperti Linux untuk perangkat netbook dan notebook.
7.       Merchandizing
Perusahaan memproduksi berbagai barang-barang yang berkaitan dengan Open Source seperti baju, kaos, pin dan topi. Penggunaan logo Open Source relatif lebih murah dibandingkan dengan logo produk Closed Source/Proprietary (tergantung kesepakatan). Seiring dengan sosialisasi yang semakin gencar dilakukan oleh pemerintah dan berbagai komunitas OSS, logo OSS semakin dikenal. Contoh dari logo-logo OSS adalah Tux si penguin maskot Linux dan Rubah merah api lambang dari Firefox.
8.       Penulis buku/majalah
Model ini serupa dengan model bisnis jasa pelatihan selain media penyampaian yang berbeda. Penulis buku dapat menerbitkan buku dengan topik tentang OSS yang sedang diminati masyarakat. Majalah juga dapat menjadi sarana informasi yang aktual untuk para pengguna OSS. Penerbitan majalah yang membahas OSS telah dilakukan di Indonesia oleh InfoLinux (www.infolinux.co.id).
C.       Model Bisnis yang Berpotensi
Berikut ini gagasan mengenai model bisnis yang cukup berpotensi dengan memanfaatkan OSS,
1.       Translator (penerjemah)
Kode sumber yang tersedia tertulis dalam bahasa pemogramman yang digunakan untuk membangun aplikasi tersebut. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan pemahaman terhadap suatu bahasa pemogramman yang sama. Pemahaman kode sumber diperlukan untuk tujuan pembelajaran atau pengembangan aplikasi. Model bisnis ini dapat dijalankan oleh individu/kelompok yang menguasai dua atau lebih bahasa pemogramman yang identik sehingga translasi memungkinkan untuk dilakukan. Bahasa yang dapat ditranslasikan harus memiliki karakteristik yang sama dengan bahasa yang dituju. Translasi dari kode dalam bahasa DELPHI ke bahasa BASIC jelas tidak memungkinkan karena fungsi yang tersedia tidak sama.
Dalam translasi kode sumber ditulis ulang dalam bahasa lain dengan tetap mempertahankan algoritma, fungsi dan atribut yang lain. Selain itu dengan translasi nilai guna suatu aplikasi Open Source juga akan lebih baik. Contohnya mentranslasi kode sumber yang awalnya ditulis dengan bahasa C++ ke dalam bahasa JAVA sehingga setelah dikompilasi aplikasi dapat digunakan pada banyak lingkungan (cross-platform). Selain itu translasi dapat menghubungkan antara pengembang yang menggunakan IDE (integrated development environment) OSS dengan pengguna proprietary seperti antara pengguna Gambas (www.gambas.sourceforge.net) dengan pengguna Visual Basic. Contoh aplikasi OSS yang banyak memerlukan jasa translasi adalah engine permainan (game) meliput engine untuk keperluan rendering 3D, rendering texture, model loader, sprite loader, OpenGL library dan sebagainya sehingga dapat dikembangkan berbagai aplkasi permainan dalam bahsa yang berbeda. Hal ini dikarenakan setiap bahasa pemogramman memiliki kelebihan dan menjadi pilihan tersendiri yang diperlukan dalam masing-masing pengembangan.
D.       KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN BISNIS OPEN SOURCE
Keuntungan Bisnis Open Source
Berikut ini adalah kelebihan-kelebihan dari bisnis Open Source yang tidak dimiliki oleh bisnis proprietary,
Masa Depan Software Terjamin
OSS tidak bergantung penuh pada pembuatnya (programmer) atau pada perusahaan asalnya. Ini bertentangan dengan konsep pada aplikasi proprietary dimana bila programmer tersebut berhenti atau perusahaan gulung tikar, maka kelangsungan aplikasi tersebut berhenti. Hal tersebut sangat merugikan konsumen karena mereka kehilangan dukungan atas aplikasi yang telah mereka bayar. Dalam OSS, kode sumber dimiliki oleh banyak orang dan masing-masing dapat melakukan modifikasi dan peningkatan tanpa perlu bergantung kepada pembuat atau perusahaan asal.
1.       Modal Hemat
Bagi perusahaan yang ingin memproduksi suatu produk aplikasi, mereka dapat memanfaatkan OSS sebagai modal awal dalam pengembangannya. Hal ini menghindari development-from-scratch yang berarti efisiensi waktu, tenaga dan biaya. Para Merchandizer pun merasakan manfaatnya melalui ringannya biaya lisensi. Bahkan tidak semua OSS memerlukan biaya lisensi bila akan dipergunakan untuk kebutuhan komersial. Ini bergantung pada lisensi yang melekat pada OSS tersebut.
2.       Menekan Biaya Promosi
Konsep OSS yang gratis dan bebas didistribusikan akan sangat membantu promosi. Sebuah produk OSS yang berkualitas akan dicari dan setiap orang yang telah memilikinya dapat mendistribusikan. Ini berarti produk akan “mengedarkan dirinya sendiri” melalui proses peer-to-peer. Setiap orang dapat mencoba dan menilai sendiri dengan mengeluarkan biaya yang rendah.
3.       Kualitas dan Kinerja OSS Terus Berkembang
Dengan hasil pola pengembangan OSS peer-review, kualitas dan kinerja OSS selalu dapat ditingkatkan. OSS didukung oleh banyak komunitas pemerhati dan pengembang di seluruh penjuru dunia dan juga bisnis OSS tidak perlu bertanggung jawab sepenuhnya terhadap biaya kerja mereka. Para komunitas pengembang biasanya bekerja sukarela dan menerima donasi dari siapa saja. Hasil kerja mereka dapat menjadi masukan bagi siapa saja dan bisnis OSS siap memanfaatkannya.


4.       Lokalisasi
OSS dapat dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi lingkungan tertentu. Misalnya Linux yang ditranslasikan bahasa antar mukanya ke dalam bahasa tertentu sesuai dengan tempat distribusi seperti distro IGOS. Dengan adanya proses lokalisasi OSS akan semakin mudah diterima oleh masyarakat. Dalam bisnis proses ini boleh dikerjakan boleh tidak. Namun bila dilakukan tentunya menambah nilai jual produk yang dibuat/didistribusikan.

BAB 3
ANALISA

                                 
3.1     Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penulisan proposal penelitian ini diantaranya adalah :

a.      Metode Literatur
Dalam metode literatur dilakukan dengan mengumpulkan data dari buku dan internet yang mendukung penulisan proposal penelitian ini.

3.2            Cara Penelitian Data

3.3    Cara Pengumpulan Data
•    Metode Mencari di Internet : Dengan melakukan pencarian data di internet;

SUMBER:
http://blogs.itb.ac.id/djadja/tag/open-source/



Jumat, 13 November 2015

bahasa indonesia

1. .Ada pepatah yang mengatakan bahwa “bahasa itu lebih tajam dari sebilah pedang”. Apa maksud dari pepatah tersebut?jelaskan!
 sebagai manusia kita harus menjaga perkataan kita hendaklah kita berbicara dengan perkataan yang baik dan sopan karna jika kita berkata yang tidak baik dan sopan akan menyebabkan orang lain marah atau tidak suka kepada kita akibat perkataan yang tidak baik dan tidak sopan hal ini lah yang membuat kita harus menjaga perkataan yang hendak kita akan keluarkan sebelum kita berbicara kepada orang atau lawan berbicara di sekitar kita,kita harus memikirkan baik baik apa yang harus kita bicarakan agar kita tidak membuat orang tersebut merasa tersinggung dengan perkataan yang kita keluarkan

2. Buatlah karangan singkat mengenai penggunaan Bahasa Indosesia di kalangan masyarakat / keluarga anda.
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang di gunakan sehari hari untuk berklomunikasi kepada keluarga,rekan dan sahabat penggunaan bahasa Indonesia tergantung oleh pergaulan seseorang
Ada yang menggunakan bahasa indonesai kasar,kekinian ataupun bahasa yang tutur atau halus bahasa yang di gunakan untuk berkumunikasi dengan keluarga adalah bahasa yang tidak formal. Dikarnakan kita lebihh sering menggunakan bahasa Indonesia yang santai tidak memperhatikan aturan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tetapi penggunaan bahasa Indonesia dari keluarga yang memiliki status social,terpandang maupun status ekonomi cenderung menggunakan bahasa yang formal dalam berbahasa Indonesia sehari hari karna sudah dibiasakan oleh keluarganya

3. Sebutkan kelemahan dan kelebihan bila kita mempelajari Bahasa Indonesia
. -Kelebihan

a. Bahasa Indonesia cukup mudah untuk dipelajari masyarakatnya sendiri, terutama karena di dalam aturan berbahasa Indoesia yang benar tidak ada perbedaan penggunaan bahasa untuk kalangan orang yang lebih tua (lebih diohormati), kalangan sebaya, ataupun kalangan yang lebih muda dari kita (meskipun dalam prakteknya, tentu saja kita harus selektif dalam memilih kata-kata yang digunakan ketika berbicara dengan orang lain untuk menjaga nilai-nilai sosial seperti kesopanan, kehormatan, dan kerukunan antar sesama). Hal ini berbeda dengan bahasa daerah, contohnya bahasa Jawa; di mana dalam penggunannya, kita harus bisa memilih penggunaan kata untuk berbicara dengan lawan bicara kita, seperti 'basa krama', digunakan untuk berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita atau orang yang dihormati, kemudian ada 'basa madya', dan juga 'basa ngoko'.

b. Unik. Bahasa Indonesia tergolong unik karena hampir semua kata dibaca sesuai dengan abjad (misal kata "aku", tetap dibaca "aku"; berbeda halnya apabila kata "aku" dibaca dengan aturan Bahasa Inggris, menjadi "ekyu"). Keunikan lainnya yaitu adanya kata 'n' dan 'g' dalam satu kata (misal kata "bingung") yang pembacaannya menyesuaikan dengan huruf vokal sebelumnya.

c. Merupakan bahasa persatuan di tanah air kita. Jadi apabila kita sedang berada di kota mana pun selama kota itu masih berada di wilayah Indonesia, kita tidak perlu khawatir masalah komunikasi dengan penduduk setempat. Bahkan penduduk suku-suku yang bisa dikatakan masih tertinggal pun juga terkadang ada yang bisa berbahasa Indonesia.

d. Salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, dengan total 234 juta jiwa (lihat data di http://how-to-learn-any-language.com/e/languages/index.html). Tentu saja, mengingat jumlah penduduk di Indonesia saat ini lebih dari 200 juta jiwa.


-. Kekurangan

a. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang 'susah-suah gampang' untuk dipelajari, terutama oleh orang luar sana. Contohnya adalah penggunaan Bahasa Inggris vs Bahasa Indonesia seperti di contoh di bawah ini:
- She is okay ==> Dia baik-baik / Dia baik-baik saja
- He lives in Rembang ==> Dia hidup di Rembang / Dia tinggal di Rembang
- My math teacher is Mr. Puji ==> Guru matematikaku adalah Pak Puji / Guru matematika saya adalah Pak Puji
- is/are ==> adalah, yaitu, merupakan
Orang luar yang mempelajari Bahasa Indonesia mungkin sedikit bingung, mau pakai kata yang mana??? Selain itu, terkadang kata-kata seperti 'saya' terdengar lebih kaku ketika kita sedang berbicara dengan teman sebaya dibandingkan dengan kata 'aku'.

b. Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar, baik dalam berbicara maupun penulisan. Misalnya, di dalam Bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan yang Disempurnakan), penulisan kata dan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk, dan sebagainya.

c. Adanya ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam Bahasa Indonesia, sehingga kita harus memahami apa arti ungkapan tersebut. Contoh:
meja hijau =pengadilan
tangan kanan = orang kepercayaan, dsb.

d. Sulit untuk dipromosikan sebagai salah satu bahasa internasional, karena kita masih tertinggal dalam beberapa bidang seperti teknologi dan ekonomi, yang mana dua hal tersebut merupakan salah satu kriteria yang digunakan dalam menilai kelayakan suatu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional.

Sumber: http://crazygenk.blogspot.co.id/2011/04/kelebihan-dan-kekurangan-bahasa.html

Selasa, 26 Mei 2015

teori organisasi umum 2 tugas kelompok

PERTEMUAN 9 DAN 10
TUGAS KELOMPOK
ANGOTA KELOMPOK :
ARDIANSYAH (11113245)
JOVAN REGI  (14113696)


DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
A. DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI
Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.
1.Formalisasi
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
2.Sentralisasi
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
3.Kerumitan
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.
B. DEPARTEMENTALISASI
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks

Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.
kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

C. MODEL-MODEL DESAIN ORGANISASI
Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.
1. Desain Organisasi Mekanistik.
Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
2. Desain Orgranisasi Orgranik.
Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

D.IMPLIKASI MANAJERIAL DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.

-sumber
1.http://nonasakurahanami.blogspot.com/2012/11/desain-dan-struktur-organisasi_6.html
2.http://philipus-k-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-68321-Umum-Penataan%20Struktur%20dan%20Desain%20Organisasi.html
3.http://raitosun.blogspot.com/2012/03/model-desain-organisasi.html

PERTEMUAN 11 DAN 12
TUGAS KELOMPOK
ANGOTA KELOMPOK :
ARDIANSYAH (11113245)
JOVAN REGI  (14113696)

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI 
A. PENGERTIAN PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI 
PENGERTIAN PERUBAHAN ORGANISASI 
Pengertian Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi. 
Pengertian Pengembangan Organisasi adalah suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan. 
PENGERTIAN PENGEMBANGAN ORGANISASI 
Pengembangan organisasi merupakan proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. 
B. LANGKAH-LANGKAH PERUBAHAN ORGANISASI 
Langkah langkah dalam mewujudkan perubahan organisasi, Langkah tersebut terdiri dari : 
1. Mengadakan Pengkajian 
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya. 
2. Mengadakan Identifikasi 
Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat. 
3. Menetapkan Perubahan 
Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya. 
4. Menentukan Strategi 
Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya. 
5. Melakukan Evaluasi 
Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif. 
Sikap dalam menghadapi perubahan lingkungan: 
· Mengadakan perubahan struktur organisasi. 
· Mengubah sikap & perilaku pegawai. 
· Mengubah tata aliran kerja. 
· Mengubah peralatan kerja. 
· Mengubah prosedur kerja. 
· Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar personel. 
C.  PERENCANAAN STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI 
Semua kegiatan perencanaan pada dasarnya melalui 4 tahapan berikut ini. 
Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan 
Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif. 
Tahap 2 : merumuskan keadaan saat ini 
Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melaluikomunikasi dalam organisasi. 
Tahap 3 : mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan 
Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan. 
Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaiantujuan 
Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada. 
 D. IMPLIKASI MANAJERIAL 
Pada bagian ini peneliti menyajian bergagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini. Implikasi manajerial memberikan kontribusi praksis bagi manajemen 

Referensi: 
·         https://dadangpramono.wordpress.com/2013/10/27/perubahan-dan-perkembangan-organisasi/ 

·          https://permadiputra.wordpress.com/2012/11/26/perubahan-dan-perkembangan-organisasi/